Serangan militer Israel di wilayah Gaza terus berlanjut dan memakan korban jiwa. Sedikitnya delapan warga Palestina tewas, termasuk seorang wartawan, serta lebih dari 15 orang mengalami luka-luka dalam sisa pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
Rentetan Serangan di Berbagai Wilayah
-
Kota Gaza: Serangan udara Israel menghantam sebuah kendaraan di kawasan Tal al-Hawa, merenggut nyawa lima warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Selain itu, serangan terpisah ke sebuah apartemen pemukiman di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa menewaskan seorang wanita Palestina.
-
Gaza Selatan (Al-Mawasi, Khan Younis): Sebuah drone Israel menyerang kerumunan warga sipil di dekat Masjid Al-Awqaf. Serangan ini menewaskan jurnalis Palestina, Muhammad Abdel Aziz al-Najjar, beserta warga lainnya.
-
Gaza Tengah: Serangan drone menghantam tenda pengungsi di dekat Aula Istana Impian (barat Khan Younis) dan melukai empat orang, termasuk dua anak-anak. Tembakan militer Israel juga melukai dua warga secara kritis di Deir al-Balah.
Jumlah Korban Jurnalis Terus Meningkat
Muhammad Abdel Aziz al-Najjar dikenal sebagai penyiar Radio Al-Quran sekaligus imam Masjid Ibad al-Rahman. Ia tetap menjalankan tugas jurnalistiknya di tengah situasi pengungsian. Kematian Al-Najjar menyusul saudaranya, Muhannad, yang telah gugur lebih awal dalam konflik ini.
Kantor Media Pemerintah di Gaza mengonfirmasi bahwa gugurnya Al-Najjar menambah jumlah jurnalis dan pekerja media yang tewas sejak awal konflik menjadi 263 orang.
Dampak Kumulatif Konflik
Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa pelanggaran gencatan senjata sejak Oktober 2025 telah menyebabkan 1.431 warga Palestina tewas dan 5.026 lainnya luka-luka.
Secara keseluruhan sejak Oktober 2023, operasi militer Israel di Gaza telah merenggut 74.032 jiwa, melukai 175.142 orang, serta menghancurkan hingga 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
SUMBER: TRT World & Agensi







